Galatia 1:10

ayat_130921_gal 1 10“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?

Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”

 

Prinsip: Kita mendapatkan perkenan Allah bila kita benar dengan pesan Injil yang kita sampaikan.

Aplikasi: Selalu ada ketegangan dalam penginjilan antara penggunaan metode akomodasi dan mengkompromikan pesan Injil. Menyesuaikan metode Anda untuk menjangkau mereka yang tanpa Kristus adalah satu hal; tetapi menyesuaikan pesan/berita Injil untuk menyenangkan mereka, adalah hal lain yang sangat berbeda.

Paulus membuat penyesuaian budaya dan gaya dalam metode nya untuk menjangkau orang-orang (1 Korintus 9:19-23) karena ia tidak ingin budaya mengacaukan pesan Injil. Namun, ia tidak pernah membengkokkan pesannya agar “pas” dengan orang-orang yang ingin dijangkau.

Dalam pendekatan pelayanan pemberitaan Injil dewasa ini, ada bahaya melunakkan pesan yang disampaikan sehingga mereka yang belum mengenal Tuhan tidak bisa memahami/mengenal Injil yang sesungguhnya. Metodologi pelayanan terhadap orang-orang yang mencari Tuhan adalah alkitabiah sejauh hal itu diakomodasikan terhadap budaya orang-orang di abad ke-21 ini. Namun metodologi pelayanan terhadap mereka yang mencari Tuhan tidaklah alkitabiah bila kebenaran pesan/berita dirubah, diperlunak atau disesuaikan demi menyenangkan orang yang mendengar. Adalah sama sekali tidak alkitabiah merayu atau menyenang-nyenangkan hati orang lain untuk mendapatkan pengikut.

Pelayanan pekabaran Injil tidaklah untuk urusan memenangkan perlombaan popularitas tetapi menyampaikan kebenaran Injil. Kebenaran adalah sesuatu yang kokoh dan teguh dan tidak bisa ditekuk dan disesuaikan bahkan dengan budaya orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Injil kasih karunia Allah yang sejati, yang tidak dipas-paskan menurut kehendak manusia, memang tidaklah populer karena adalah tidak mudah untuk memberitahukan orang-orang bahwa mereka tersesat dan membutuhkan seorang Juruselamat. Karena pada dasarnya, yang orang ingin dengarkan adalah bahwa mereka dapat melakukan sesuatu tentang keselamatan mereka – tanpa Allah.
(Dr. Grant C. Richison, versebyversecommentary.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s