I Yohanes 2:6 : Dibentuk Menjadi Seperti Gambaran Yesus

ayat_131023_1-john2-6

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Prinsip : Allah berhehendak membentuk kita menjadi sesuai dengan gambaran Anak-Nya Yesus Kristus.
Aplikasi : Ada kewajiban dari orang-orang yang mengaku Kristus sebagai Juruselamatnya. Jika kita menyatakan bahwa kita memiliki persekutuan dengan Allah maka kita mempunyai kewajiban. Kita tidak dapat memisahkan cara hidup kita dari cara kita menjalani kehidupan. Persekutuan dengan Allah memerlukan standar.

Allah berhehendak membentuk kita sesuai dengan gambaran Anak-Nya . Itulah sebabnya dikatakan agar kita berjalan “seperti Kristus telah hidup.” Allah memenuhi tujuan-Nya di dalam kita dengan cara ini.

Tujuan penebusan kita adalah untuk menjadi seperti Kristus. Yesus adalah contoh yang mulia bagi kita yang “ada di dalam Dia” – yang bersekutu dengan Dia.

1 Pet 2:21 “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

Penerapan prinsip-prinsip Allah bagi kehidupan untuk mengalami manifestasi persekutuan kita dengan Allah. Ketergantungan yang terus-menerus pada Tuhan akan menghasilkan nilai-nilai-Nya di dalam kita. Ketaatan kita merupakan bukti dari hubungan kita. Ketaatan menjadi bukti yang sangat nyata bagi semua orang bahwa Tuhan telah membebaskan kita dari perbudakan iblis dan dosa .

2 Pet 1:3 “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.”

Allah menyediakan kita semua kekuatan dan kelengkapan yang berkaitan dengan kehidupan dan kesalehan. Roh Kuduslah menjadi Pribadi membuat kehidupan Tuhan Yesus menjadi nyata di dalam kita. Itulah kehidupan Kristen.

2 Kor 4:10 “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. “

Ketika seseorang menjadi Kristen, Allah memandang bahwa Dia lah menjadi pemilik semua hak dari kehidupan kita. Namun, terlalu sering kitalah nomor satu. Tetapi Allah tidak akan memainkan peran kedua (sekunder) dalam kehidupan kita. Ia harus menjadi yang pertama.

Jika kita berniat hidup dengan cara kita sendiri dan menginginkan orang lain melayani kita, maka kita menjadikan diri kita pusat kehidupan kita. Namun Yesus tidak demikian, “tidak mencari kesenangan-Nya sendiri

Roma 15:1 “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”

Tujuan hidup kita bukanlah untuk menyenangkan diri kita sendiri. Kita menyangkali keinginan diri kita sendiri untuk kemuliaan Allah. Kita meniadakan kesenangan diri kita sendiri untuk Tuhan Yesus dan kemajuan Injil .

(Dr. Grant C. Richison, versebyversecommentary.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s