Roma 5:1-2, (Diper)damai(kan) dengan Allah

ayat_131123_rom5_1_2

“1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.”

Suatu hari seorang pendeta mengajukan pertanyaan kepada waitress di mejanya di sebuah restoran: “Jika Anda bisa meminta Tuhan untuk apa pun, apa yang akan menjadi permintaan Anda ? ” Jawabannya seketika, ” Saya ingin merasakan damai sejahtera. ” Dia sambil menangis menjelaskan bahwa neneknya baru saja meninggal dan membuat emosinya kacau.

Banyak orang di dunia kita seperti wanita muda tersebut, karena mereka menginginkan ketenangan batin tapi tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Orang sering mencari kepuasan dengan mencoba untuk memperbaiki penampilan mereka, kebugaran fisik , keadaan keuangan , atau status sosial – atau dengan menyalahgunakan obat terlarang. Tapi hal-hal tersebut tidak dapat membawa ketenangan hati atau pikiran. Hanya hubungan dengan Yesus mengarah ke kedamaian sejati.

Sebelum sampai kepada keselamatan, kita adalah budak dosa dan hidup bertentangan dengan Allah (Kolose 1:21). Pemberontakan kita telah menjadi penghalang yaitu permusuhan antara Dia dengan kita, dimana kita tidak berdaya untuk menjauhkannya dari diri kita sendiri.

Tanpa campur tangan Tuhan, kita tidak bisa menemukan jalan damai sejahtera. Namun Bapa surgawi kita memberikan solusi sempurna untuk masalah dosa kita. Dia mengutus Anak-Nya untuk membayar kejahatan kita dan menyingkirkan pemisahan yang ada antara kita dan Dia.

Ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat kita, kita diperdamaikan dengan Allah (Roma 5:10) dan tidak lagi asing dengan-Nya – Dia menjadi begitu dekat dan akrab dengan kita. Di dalam Kristus, kita memiliki perdamaian dengan Allah Bapa kita.

Allah Tritunggal telah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk ketenangan dan kedamaian batin. Allah Bapa membuka jalan bagi kita untuk berada dalam keluarga Allah kita. Yesus terus-menerus menawarkan damai-Nya sehingga kita dapat mengalami ketenangan pikiran dan hati (Yohanes 14:27). Dan Roh Kudus memupuk buah damai sejahtera itu dalam kehidupan kita (Galatia 5:22) .
Dr. Charles Stanley, http://www.crosswalk.com/devotionals/in-touch/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s