Mazmur 119:65-72: Bersyukur dalam Kesulitan

ayat_131127_God Is Good All the Time

 

“68 Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.”

Hari Pengucapan-syukur (Thanksgiving) yang telah menjadi tradisi setiap tahunnya di Amerika, merupakan pengungkapan rasa syukur atas berkat-berkat Tuhan.

Tapi apakah kita pernah mempertimbangkan bersyukur kepada-Tuhan untuk sesuatu berkat yang tidak tampak – seperti pencobaan dimana kita ingin agar Tuhan menyingkirkannya atau merobahnya dari hidup kita?

Hati yang bersyukur yang paling berharga bagi Allah adalah ketika, secara manusia, dengan situasi kita, kita tidak dapat mengucap syukur.

Dengan membuat empat penyikapan dasar dibawah ini, kita dapat mulai melihat nilai kesukaran kita dan meresponnya dengan pemahaman dan keyakinan baru.

Yakin dan percaya pada Tuhan. Hanya dengan melihat kehidupan dari perspektif Alkitab kita dapat memahami tujuan-Nya dalam pencobaan kita dan percaya kebijaksanaan-Nya dalam mengizinkah hal itu terjadi kepada kita.

Menerima situasi tersebut seperti datang dari Allah sendiri – baik secara langsung atau atas izin-Nya. Jika kita benar-benar percaya Dia bekerja untuk kebaikan kita (Roma 8:28-29 ), kita dapat menerima setiap kesulitan sebagai berasal dari tangan-Nya yang penuh kasih. Lalu kita dapat mengatakan “Terima kasih Tuhan”.

Berserah kepada Allah dalam keadaan yang kita hadapi tersebut. Meskipun kita mungkin tidak menyukai situasi tersebut, mengetahui bahwa Allah itu “baik dan berbuat baik” (ay. 68) memungkinkan kita untuk dengan yakin menaruh hidup kita di bawah otoritas-Nya .

Merengkuh dari pada-Nya kekuatan untuk bertahan. Tidak ada yang memiliki kemampuan dari dalam dirinya untuk menanggung kesulitan dengan rasa syukur. Hanya dengan mengandalkan Tuhan orang percaya dapat melalui kesulitan dengan hati yang apresiatif.

Sekarang, pikirkan tentang situasi Anda yang ingin Anda rubah, dan dengan mindset yang baru, naikkanlah doa ini kepada Tuhan :

Tuhan , saya menerima situasi ini sebagai berasal dari pada-Mu. Dalam iman percaya, saya menempatkan diri di bawah otoritas kasih-Mu, dan merengkuh kekuatan dari pada-Mu yang saya butuhkan untuk bertahan dengan rasa syukur .”

(Dr. Charles Stanley,  www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s