Yakobus 1:2-8, Iman Yang Bimbang

ayat_131202_wavering faith sea

“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” – Yakobus 1:6

Pasal pertama Yakobus ini sering dikutip uutuk mengajarkan tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi pencobaan. Sering dalam menghadapi keadaan sulitlah hati kita dimurnikan dan iman kita diperkuat.

Namun, dalam rangka untuk mengambil respon yang tepat, kita harus meminta hikmat Tuhan. Jakobus kemudian menyebutkan caranya secara prinsip: “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin “(ayat 6). Dengan kata lain, orang-orang percaya tidak boleh terombang-ambing antara kepastian bahwa Tuhan akan bertindak seperti yang dijanjikan-Nya, dan ketakutan bahwa Dia tidak akan bertindak. Iman yang terombang-ambing menghalangi rencana Allah.

Dosa yang tidak diakui sering menjadi penyebab iman yang terombang-ambing, seperti kecenderungan kita untuk fokus pada keadaan yang dihadapi dan bukannya pada Kristus. Namun keterombang-ambingan, ketidakpastian, sering dapat ditelusuri berasal dari kehidupan doa kita yang lemah. Terlalu banyak orang percaya menyampaikan permintaan yang tidak spesifik: “Tuhan, Engkau tahu apa yang terjadi dengan aku dan apa yang aku butuhkan. Tolong beri aku apa yang aku butuhkan.” Ketika seorang percaya tidak yakin apa yang ia minta, dia hanya tidak bisa yakin Tuhan akan menjawab doanya.

Kadang-kadang kebutuhan kita jelas, dan kita bisa meminta pada Tuhan untuk itu dengan menyebutnya seketika. Dalam keadaan lain, kita harus mencari kehendak-Nya sebelum kita dapat mengetahui bagaimana meminta kepada -Nya: ” Bapa , Engkau berjanji bahwa jika aku percaya pada-Mu dan tidak bersandar pada pemahamanku sendiri , Engkau akan menunjukkan jalanku . Jadi, aku mengharapkan untuk menerima pimpinan yang jelas dari pada-Mu.”

Karena Allah menginginkan anak-anakNya untuk membuat pilihan yang benar, Dia itu setia untuk menunjukkan kepada kita kehendak-Nya ketika kita bertanya kepada-Nya. Dan apapun yang Dia taruhkan di hati Anda, mulailah berdoa secara khusus untuk hal itu dan menindaklanjuti dengan setia.
(Dr Charles Stanley , http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s