Wahyu 1:4-8, Memperkenalkan Kristus

ayat_131204_jesus_christ_01

“1:5 ……dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya”

 

 

Pasal pertama dari Wahyu memberikan gambaran ringkas tentang Tuhan Yesus. Dalam ayat 4 sampai 8 , Yohanes meringkas keajaiban Yesus Kristus secara nyata dengan hal-hal mendasar yang indah tentang siapa Dia :

Yesus Kristus adalah “Saksi yang Setia”. Yesus datang ke bumi untuk mengungkapkan secara lebih jelas karakter dan siapa Allah Bapa, seperti dinyatakannya, “ Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9 ). Mujizat yang dilakukan-Nya membuktikan klaim-Nya sebagai Anak Allah.

Yesus Kristus adalah anak sulung dari antara orang mati. Dia adalah Juruselamat yang menanggung dosa kita dan mati di kayu salib, dikuburkan, dan bangkit kembali pada hari ketiga. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa kehidupan kekal adalah boleh menjadi milik bagi kita juga, seperti Yesus ajarkan, “barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25).

Yesus Kristus adalah penguasa atas segala raja di bumi. Ialah Tuhan yang membangkitkan seseorang kepada kekuasaan, seperti halnya, adalah Dia juga yang menurunkan mereka (Yohanes 19:11; Rom 13:1). Sementara itu, orang-orang percaya memiliki jalan pendekat ke Otoritas yang lebih tinggi. Di depan takhta Allah, kita dapat memohon kepada-Nya atas nama bangsa kita dan mengklaim janji-janji -Nya.

Yesus Kristus mengasihi kita dan melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya. Perhatikan perubahan kalimat dalam tulisan Yohanes. Kasih Tuhan selalu hadir, ever-present, namun Ia telah membebaskan orang percaya dari masa lalu mereka. Baik hukuman dan kuasa dosa telah dipatahkan.

Ketika orang-orang bertanya tentang Yesus, perkenalkanlah Dia dengan menuntun mereka melalui mini-biografi ini. Hanya dalam beberapa kalimat, Yohanes menjelaskan karakter, keilahian, dan otoritas Kristus. Murid-murid itu tidak malu-malu memberitakan Tuhan. Oleh karenanya kita seharusnya juga tidak malu-malu, karena yang kita layani adalah Juruselamat yang agung.
(Dr Charles Stanley , http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s