Yohanes 15:9-17, Sahabat Paling Baik Kita adalah Yesus

ayat_131210_joh 15_13-17

“14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

 
Beberapa tahuyang lalu guru Sekolah Minggu di suatu gereja mengajar anak-anak sekolah minggu kelas kecil paduan suara kecil dengan lirik “Sahabatku Paling baik adalah Yesus .”

Sejalan dengan pertumbuhan mereka menjadi dewasa, secara alami mereka menyisihkan lagu-lagu sekolah minggu seperti ini. Tapi sayangnya, mereka juga sering tampaknya tumbuh dari jauh dari perkataan Yesus sebagai seorang sahabat, seperti kata-kata lagu itu.

Ketika orang-orang percaya belajar lebih banyak tentang Allah, mereka sepertinya dengan mudah mengatakan bahwa Dia aladalah Tuhan atas hidup mereka dan mengakui-Nya sebagai penguasa yang berdaulat atas seluruh bumi. Memang sering lebih mudah untuk memikirkan Allah yang begitu tinggi dan berkuasa sebagai Pencipta, Juruselamat, dan Tuhan daripada menempatkan dan melihat Dia sebagai Sahabat kita.

Tetapi Yesus dalam nas pembacaan diatas memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia juga sahabat mereka, yang memberitahukan segala sesuatu yang telah Ia dengar dari Bapa (Yohanes 15:15).

Tawaran persahabatan tersbut juga berlaku bagi kita murid pada zaman ini. Seperti kedua belas muridnya, kita mempunyai hak istimewa untuk mengklaim bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita dalam tindakan tertinggi dari kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 13 ). Terlebih lagi, Roh-Nya mengungkapkan kebenaran Alkitab dalam hati kita sehingga kita bisa belajar lebih banyak tentang Tuhan dan jalan-Nya. Dengan kata lain, Yesus memampukan kita mengenal hal-hal yang Dia dengar dari Bapa-Nya. Seseorang tidak akan memberitahu rahasia kepada budaknya , tetapi ia mengatakannya kepada sahabat-sabahatnya (ay. 15).

Mengajar anak-anak bernyanyi tentang persahabatan mereka dengan Yesus adalah gagasan yang bijaksana. Tapi patut dipertanyakan ketika mereka bertumbuh menjadi orang-orang percaya dewasa apakah masih akan belajar menyanyi tentang hubungan khusus tersebut?

Semoga kita menjadi orang Kristen yang bertumbuh dan mengalami sendiri bahwa ” Sahabatku paling baik adalah Yesus Kristus .”

(Dr. Charles Stanley, http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s