Roma 1:24-25, Jalan kita atau Jalan Allah

ayat_131214-Psalm 23_4

“24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka ……  25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, Amin.”

DR Charles Stanley berceritera tentang seorang wanita yang patah hati karena ayahnya sedang sekarat, menyebabkan ia dingin terhadap keluarga dan Tuhan. Dia sama sekali tidak ingin kontak dengan siapapun dan menolak untuk mendiskusikan masalah rohani.

Tapi Allah mampu mencapai orang – bahkan seseorang yang bermusuhan dengan Injil. Pikirkanlah pertobatan Rasul Paulus! Namun Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah “menyerahkan mereka keinginan hati mereka” sendiri. Mungkin ada titik dalam hidup mereka ketika Allah tidak lagi menarik hati mereka kepadaNya dengan mengungkapkan kebutuhan mereka akan seorang Juruselamat .

Namun situasi ini berbeda bagi orang percaya. Ketika kita, dalam kemanusiaan kita, terus berbuat dosa, Roh Kudus menginsafkan kita sehingga kita dapat kembali ke jalan Tuhan. Pada saat itu , kita dapat dengan rendah hati bertobat dan mengikuti-Nya, atau mengabaikan suara-Nya dan terus berbuat dosa. Jika kita bertahan dalam kesalahan, Bapa kita akan terus memanggil kita kembali. Tetapi bahayanya adalah bahwa hati kita dapat menjadi tidak peka dan akhirnya kita dapat berhenti mendengar peringatan-Nya .

Syukurlah bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan Dia mengasihi kita teramat sangat sehingga membiarkan kita dalam keberdosaan kita. Meskipun cambuk dan hukuman tidak pernah menyenangkan, Allah tahu bahwa kita apabila kita berjalan pada jalan kita yang salah akan menyebabkan kesesatan dan kejatuhan yang jauh lebih besar. Tuhan adalah gembala kita, yang menggunakan gada dan tongkat-Nya dengan penuh kasih membawa kita ke padang rumput hijau.

Dalam perjalanan kekristenan kita, ada godaan untuk menyimpang, berjalan dijalan kita, jalan yang kelihatannya menjanjikan kepuasan tetapi ternyata palsu. Tetaplah terhubung erat dengan Yesus melalui doa dan Firman Tuhan (Alkitab).

Selalulah dengar-dengaran akan Tuhan sehingga dapat segera menaatinya ketika Dia memanggil Anda untuk berpaling ke jalan yang benar. Dalam perjalanan hidup ini hanya dengan cara dan jalan Tuhan yang dapat membawa kita pada sukacita terbesar.
(Dr. Charles Stanley, please visit http://www.intouch.org.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s