Johanes 14:15-21, Hidup Berketaatan

ayat_131219_obey

 

“15 Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. :16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, (Roh Penolong) supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, … sebab Ia … akan diam di dalam kamu. 21 Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

 

Menurut Yohanes 14:21, kita menyatakan kasih kita bagi Yesus dengan mentaati perintah-perintah-Nya. Untuk mengasihi-Nya dengan sepenuh hati, kita harus mengembangkan hidup yang berketaatan. Mari kita lihat empat aspek hidup seperti itu .

1 . Percaya dan kebersandaran (trust)) kita di dalam Allah Bapa kita bertumbuh. Keyakinan ini berasal dari percaya bahwa Tuhan adalah yang seperti dinyatakan/disaksikan Alkitab. Dan Firman Tuhan mengatakan kepada kita bahwa Ia baik – serta setia untuk menepati janji-Nya, Ia “adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah.”(2 Kor 1:20). Mazmur 86:15 menyebut Dia “penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.” Karakter-Nya tetap tidak berubah oleh keadaan yang sulit atau sulit dimengerti. (Ibrani 13:8).

2 . Kita mengembangkan kemampuan yang mendalam menunggu Tuhan. Penundaan bisa keras bagi kita yang hidup dalam budaya “saya ingin itu sekarang” ini. Tapi kita harus menolak godaan tidak bersabar dan menunggu Tuhan bukannya berjalan terus sesuai keinginan kita.

3 . Kita berkomitmen untuk menaati Allah. Tanpa tekad seperti itu, kita akan terombang-ambing pada saat pengambilan keputusan atau membiarkan rasa takut mencegah kita dari memilih jalan-Nya .

4. Penyelidikanpendalaman Alkitab kita menjadi konsisten. Alkitab mengungkapkan prioritas Allah, perintahNya, dan peringatan-Nya. Hal itu berfungsi sebagai terang, menerangi jalan yang dipilih-Nya bagi kita sementara menunjukkan rintangan dan bahaya di sepanjang jalan (Psalm 119:105). Tanpa hal itu, kita seperti orang yang berjalan di hutan di malam hari tanpa penerangan.

Menjadi seorang Kristen tidak berarti bahwa ketaatan kepada Tuhan secara otomatis. Ini adalah proses seumur hidup tumbuh dalam iman percaya (trust) kita dan dengan sabar menunggu-Nya sebelum kita bertindak. Hal ini memerlukan komitmen yang teguh untuk taat sehingga kita dapat mengatakan tidak untuk pilihan hal yang “tidak berdasarkan iman” dan “ya” kepada Tuhan.

(Dr. Charles Stanley, http://www.intouch.org).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s