1 Yohanes 1:3-6, Hidup Berketaatan – Belajar di Sekolah Ketaatan Allah

 

ayat_131025_mat 16 24
1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.

Mulai usia lima tahun – atau mungkin lebih dini – anak-anak kita bersekolah untuk belajar. Kita juga ketika adalah di sekolah ketaaan Tuhan. Di sekolah ini kita menemukan perlunya mempercayakan diri kepada-Nya dan menantikan petunjuk-Nya. Kita diajarkan pentingnya komitmen dan belajar untuk mencari Firman-Nya untuk petunjuk dalam langkah hidup kita. Tuhan juga ingin kita belajar pelajaran ini:

Mendengarkan dengan penuh pehatian bisikan Roh. Tuhan kita tidak berbicara dengan suara yang terdengar, tetapi Dia sendiri membuatnya cukup jelas melalui Roh Kudus. Yesus berkata Roh adalah Penolong kita yang akan mengingatkan bagian Alkitab yang telah kita pelajari (Yohanes 14:26 ) dan “mengajarkan segala sesuatu” kepada kita.

Taat akan langkah berikutnya. Abraham dipanggil untuk meninggalkan rumahnya dan perjalanan ke tujuan yang tidak diketahuinya (Kej 12:1). Dia taat meskipun jalannya tidak jelas menurut pikiran manusia. Kita juga harus melangkah dalam iman bahkan ketika kita tidak tahu semua rincian perjalanan kita.

Siap menghadapi konflik dengan orang lain. Kita tidak bisa hidup taat tanpa mengalami kesulitan dengan dunia ini (Yohanes 16:33). Teman-teman kita atau keluarga mungkin menjauh ketika mereka menyadari pusat perhatian kita telah berubah. Beberapa mungkin melemparkan kritik atas cara kita menyikapi hal-hal dari dunia ini atau mengatakan hal yang tidak baik tentang kita, sementara yang lain mungkin menolak kita sepenuhnya.

Mempraktekkan hidup berketaatan bukan berarti kita tidak akan pernah melakukan kesalahan. Tapi hal itu membutuhkan ketekunan jika kita ingin berhasil. Mentaati Bapa adalah prioritas Yesus dan menjadi tujuan dalam hidup, dan kitapun juga harus membuat hiudp berketaatan bagian kita. Manakah dari pelajaran ini yang Anda inginkan untuk pertama diatasi?

(dari In Touch with Dr. Charles Stanley, http://www.intouch.org).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s