Yusuf yang tidak Banyak Disebut dalam Kisah Natal

ayat_131222_marry-on-donkey-and-joseph-travel-to-judia

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Matius 1:20-21).

Kalau kita memperhatikan kisah atau acara Natal, salah satu tokoh yang sering tidak mendapat perhatian atau seolah-olah terlupakan adalah Yusuf.

Yusuf tidak ditampilkan dalam kidung-kidung Natal yang begitu banyak dan indah. Tapi kita percaya bahwa Yusuf, dalam banyak hal, adalah pahlawan tanpa tanda jasa dari kisah Natal.

Persis sebagaimana Allah memilih Maria untuk menjadi ibu dari Mesias, Allah juga memilih Yusuf. Allah Bapa di surga memilih Yusuf menjadi ayah atau figur ayah di bumi bagi Yesus!

Malaikat Tuhan datang kepada Maria dan mengungkapkan bahwa Mesias akan dikandung dalam rahimnya secara adikodrati. Mendengar Maria mengandung, Yusuf yang dalam Alkitab disebut “yang tulus hati” “tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum; ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.” Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan menyampaikan pesan yang luar biasa: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Matius 1:20-21).

Yusuf bisa saja pergi meninggalkan Maria jika ia mau. Tapi ia tidak melakukan hal itu. Dia memilih setia mendampingi Maria dan Yesus dan, meskipun menanggung malu, ia mencintai Bayi itu. Maria menjalani hidup dengan cap wanita yang tercela dimata banyak orang pada saat itu. Dan Yusuf menjalani kehidupan yang dianggap sebagai seorang pria menikah dengan seorang wanita “murahan”.

Sungguh ironinya karena Maria sesungguhnya seorang wanita luar biasa yang berbudi luhur dan saleh. Pada satu kesempatan, orang-orang Farisi berkata kepada Yesus, “Kami tidak dilahirkan dari zinah” Yohanes 8:41). Implikasi dari pernyataan itu adalah bahwa pada pandangan Parisi Yesus dikandung dan lahir di luar nikah.

Tapi Maria menanggung hal ini sampai dengan kematian anaknya di kayu salib . Maria memang tidak sempurna atau tanpa dosa , atau kita harus berdoa kepadanya atau melalui dia. Tapi dia (Maria) setia kepada apa “panggilan” yang Allah bebankan kepadanya.

Dan begitu juga Yusuf. Dia dipilih dan setia pada “”panggilannya” oleh Allah untuk menjadi “ayah tiri” dari Yesus dalam bentuk manusia.

(Greg Laurie – Harvest Devotionals, http://goo.gl/DlXrpd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s