Lukas 2:11, Malam Ketika Waktu Terbagi Dua untuk Selamanya

ayat131224_lukas 2 11

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan…” – Luke 2:11

 

Natal telah dibajak. Saya tidak hanya berbicara tentang kaum sekularis yang ingin menghapus frasa/ungkapan “Merry Christmas” dan menggantikannya dengan “Happy Holidays”. (Ini sudah masuk Indonesia, dan beberapa mall di Indonesia menggunakan cara ini untuk tidak mengatakan Selamat Natal dan tidak ada lagi lagu Natal). Seolah-olah budaya kita telah membuang jauh kata Natal (Christmas), dan menggantinya dengan ucapan yang dapat diterima semua orang/golongan.

Masalahnya bukan hanya sekularisasi Natal. Bahkan orang-orang Kristen sendiri telah ikut meromantisasi Natal, atau membuatnya begitu sentimentil sehingga telah kehilangan kisah (Natal) yang sesungguhnya.

Ketika kita memikirkan tentang Natal, kita memiliki gambaran sentimental dalam pikiran kita tentang, adegan palungan misalnya. Ada Yesus bayi. Ada Yusuf. Ada Maria. Mereka semua digambarkan ada lingkaran “halo” bercahaya diatas kepala mereka, menandakan orang suci. Lalu ada para gembala datang ke kandang melihat Bayi Yesus. Orang-orang Majus juga ada, biasanya dengan pakaian warna-warni yang serasi.

Kenyataannya tidaklah seperti gambaran tersebut. Tidak seorangpun ada “halo” diatas kepala mereka. Orang-orang Majus tidak mengunjungi Yesus ketika Ia sedang berbaring di palungan. Injil Matius mengatakan mereka tidak datang sampai beberapa waktu kemudian (kurang lebih dua tahun kemudian). Dan Alkitab tidak mengatakan ada tiga orang Majus, Yang dikatakan ialah mereka membawa tiga persembahan – emas, kemenyan dan mur.

Lalu supaya menarik menurut kita, kita telah meromantisir Natal dengan gambar pepohonan dipedesaan bersalju dan kereta yang ditarik dan jendela-jendela ditutupi salju dan lilin-lilin merah.

Mungkin kita telah kehilangan pesan yang benar dan keindahan yang sebenarnya dari Natal.

Jadi mari kita menyingkirkan tradisi ini. Mari kita membuang hal-hal yang menyebabkan kita tidak melihat kelahiran Yesus, untuk apa sesungguhnya peristiwa besar Allah itu. Lihatlah kekuatan besar yang dibawa peristiwa Natal. Satu diantaranya, itulah hari, tepatnya malam, sejak mana untuk selamanya waktu terbagi dua – sebelum dan sesudah kedatangan Kristus. Malam ketika Allah sendiri datang ke dunia ini.

Itu adalah malam ketika Allah melangkah keluar dari surga dan masuk ke dalam sejarah.

(Greg Laurie – Harvest Devotionals)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s