Yesaya 9:6, Raja Damai Kita

ayat_131226_yes 9 6

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” – Yesaya 9:6 

 

Natal telah selesai, dengan segala kegiatannya yg telah menguras segenap tenaga dan perhatian, untuk segala macam, mulai hadiah, acara dan macam-macam.

Kadang-kadang kegiatan ini meninggalkan bagi kita kelelahan dan kekecewaan – bukannya damai dan sukacita. Kita mungkin merasa pontang panting lahir batin karena ada terlalu banyak yang harus dilakukan.

Atau mungkin saat tahun ini tidak membawa apa-apa kecuali kenangan sedih dan kesepian. Harapan tidak terwujud dan bahkan mungkin yang ada adalah konflik dengan orang yang dicintai yang meninggalkan kita tertekan dan putus asa.

Bagaimana Yesus bisa jadi Raja Damai ketika pengharapan dan tradisi kita jauh dari ketenangan dan kedamaian yang kita inginkan?

Untuk memahami mengapa Yesus diberi nama Raja Damai ini , pertama-tama kita harus memahami apa artinya. Pertama-tama , Anak Allah tidak datang untuk menyingkirkan semua konflik – bagaimanapun, belum.

Suatu hari Dia akan kembali ke bumi dan memerintah sebagai Raja dengan keserasian lingkungan lahiriah, tetapi bukan itu tujuan kedatangan-Nya yang pertama. Jadi sementara kita berada di bumi, kita masih akan mengalami kesulitan bahkan penganiayaan (Yohanes 16:33).

Ketika Kristus meninggalkan surga untuk menjadi Bayi seperti kita, tujuannya adalah untuk membawa kita berdamai dengan Allah dengan mendamaikan kita dengan Bapa. Kematian-Nya di kayu salib membayar hutang dosa kita secara penuh, dan hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan. Sekarang Dia menawarkan kita damai ilahi – sebuah kedamaian dan keteduhan batin yang memenuhi hati dan pikiran kita tidak peduli apa yang sedang terjadi dengan keadaan kita.
Apakah hidup Anda ditandai dengan kepastian “damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal” dan yang “memelihara hati dan pikiran” kita sepanjang hari (Filipi 4:6-7), atau adakah keadaan yang menekan telah membuat Anda merasa depressif atau resah?

Cobalah menyisihkan waktu setiap hari untuk menujukan mata Anda pada Yesus. Kemudian biarkan Dia menyembuhkan hati Anda dan meneduhkan jiwa Anda .

(Dr Charles Stanley, http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s