Yohanes 13: 3-15, Kaki Yang Bersih, Hati Yang Bersih

ayat_131227

“14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” – Yohanes 13: 13-15

Israel biasa dengan tempat yang berdebu , dan kaki bersandal menjadi kotor dari perjalanan ke sana kemari. Pada zaman kuno, orang yang memasuki rumah membuka sandalnya dan kakinya dibersihkan. Atau jika pemilik rumah yang kaya, hambanya akan melakukan hal itu. Tugas yang tidak menyenangkan tapi pekerjaan rendah ini menjadi tugas pekerja dalam rumah tangga.

Bayangkan betapa terkejutnya para murid ketika Anak Allah menempatkan diri dalam peran seorang hamba rendahan dan berlutut untuk mencuci kaki mereka. Kebutuhan akan layanan tersebut sangat besar, mengingat mereka telah bepergian selama beberapa waktu. Tetapi tidak ada salah satu dari mereka yang menawarkan diri untuk melakukan hal itu.

Yesus melakukan halitu lebih dari sekadar mengisi kebutuhan; Dia memberikan suatu pelajaran. Seperti dikatakaan-Nya, “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:15).

Beberapa gereja telah salah menafsirkan ini sebagai perintah untuk membuat pencucian kaki sebagai suatu aturan. Tapi yang terlebih penting bukan pembersihan luaran yang dilakukan Yesus tetapi merenungkan pentingnya tindakan Kristus.

Bahkan, nyatanya tindakan itu sendiri bukanlah poin utama, sikaplah yang terpenting. Yesus menginginkan agar kita bersedia merendahkan diri untuk melayani orang lain. Dia mencari orang-orang yang akan mengesampingkan kesombongan, kedudukan, dan kekuasaan untuk melakukan apa pun yang harus dilakukan, di mana pun perlu lakukan, dan bagi siapa yang membutuhkan bantuan.

Yesus menunjukkan tindakan pelayanan-Nya yang terbesar dan paling rendah dalam waktu 24 jam terhadap yang lain. Dia membasuh kaki kotor murid-murid-Nay dengan menggunakan kedua tangan-Nya yang akan ditembusi oleh paku dalam waktu kurang dari satu hari kemudian.

Pesan di sini adalah bahwa setiap tugas yang Tuhan berikan kepada kita adalah penting bagi kerajaan-Nya.
(Dr Charles Stanley, http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s