Yohanes 14:27-31, Mengapa Tidak Mengalami Damai Sejahtera Kristus?

ayat_131230_yoh 14 27 damai

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”. – Yohanes 14:27

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu”. Yesus mengucapkan kata-kata ini hanya beberapa jam sebelum penyaliban-Nya. Damai sejahtera-Nya tidak tergantung pada keadaan lahiriah atau eksternal, melainkan melampaui semua hal itu.

Meskipun Tuhan memberikan damai sejahtera-Nya bagi setiap orang percaya sebagai pemberian, pengalaman kita tentang hal itu berkaitan dengan iman kita pada kebenaran berikut ini:

Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu. Tanpa kepastian ini, dunia adalah tempat yang menakutkan.

Dia mengasihi saya dan akan menilik saya dalam melalui setiap situasi, tidak peduli seberapa sulit atau menyakitkan mungkin hal itu.

Untuk memiliki damai Kristus, saya harus menyerahkan hidup saya kepada-Nya. Ketika saya berpegang pada jalan dan rencana saya, saya akan mengalami kekacauan hidup.

Saya memiliki cara pandang dan pemahaman yang terbatas tentang keadaan saya dan tujuan Allah dalam mengizinkan hal itu. Maksud tujuan-Allah bagi saya lebih besar dari kenyamanan seketika yang saya cari-cari.

Tuhan berjanji “turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” bagi kita “yang mengasihi Dia”. Dia terus bekerja untuk mengubah karakter saya menjadi serupa dengan Kristus.

Saya harus hidup selaras, singkron, dengan Tuhan, berjalan di dalam Roh dan segera mengakui dan bertobat dari dosa saya.

Alkitab adalah dasar saya untuk damai sejahtera. Hal ini meningkatkan kepercayaan dan kebersandaran saya pada kebaikan Tuhan, meyakinkan saya bahwa Dia menepati janji-janji-Nya, dan mengingatkan saya pada kedaulatan-Nya atas setiap situasi yang saya hadapi.

Sayangnya , banyak orang Kristen yang tidak hidup dalam damai sejahtera Allah yang melampaui akal ini secara konsisten.

Mungkin masalahnya yang terutama adalah iman dan ketaatan. Akan tetapi hanya dengan menyerahkan kendali hidup kita kepada Kristus dan percaya pada rencana-Nya bagi kita akan kita menemukan keteduhan yang sesungguhnya bagi jiwa kita.
(Dr. Charles Stanley, http://www.intouch.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s