Pelajaran Rohani Tentang Pengrajin Periuk

ayat_140108_god the potter

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” – Jesaya 64:8

 

Dalam Yeremia 18: 1-6 kita membaca Allah menyuruh nabi Yeremia pergi ke bengkel pengrajin periuk untuk memberitahukan kepadanya bahwa Allah dapat bertindak kepada Israel seperti tukang periuk itu. “Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Kita dapat belajar dari pengrajin periuk untuk lebih memahami metafora alkitabiah tentang Allah sebagai Tukang (Pengrajin) Periuk dan manusia sebagai tanah liat yang dibentuk-Nya melalui putaran roda mesin pelarik ditangan-Nya. Inilah pelajaran yang dapat kita lihat:

Pertama, pengrajin periuk berkuasa atas tanah liat ditangannya. Dia boleh melakukan apa saya yang ia tentukan. Kita manusia memang mempunyai kehendak bebas yang terbatas tetapi kehendak Allahlah yang jauh lebih besar. Jadi, walaupun kita coba untuk menentang tangan-Nya yang membentuk, Dia akan terus bekerja sesuai dengan maksud tujuan-Nya. Pengrajin Agung telah menetapkan suatu rancangan khusus didalam kita, dan Dia mempunyai rencana membentuknya sesuai kehendak-Nya.

Kedua, pengrajin periuk bekerja membentuk tanah liat ditangannya dengan kesabaran. Oleh karena Allah tahu bahwa kedewasaan rohani tidak boleh buru-buru, Dia membentuk karakter kita menyerupai-Kristus perlahan-lahan, melalui satu pengalaman demi pengalaman setiap kalinya. Itu berarti Dia juga mempunyai kesabaran terhadap tanah liat manusia yang kadang-kadang bergeser dari mesin pelarik Allah dan menjadi rusak.

Sama seperti tanah liat hanya dapat dibentuk apabila ia tetap berada di tengah-tengah roda pelarik, orang Kristen haruslah tetap dalam kehendak Bapanya untuk dapat bertumbuh secara rohani. Tukang Periuk Agung itu menaruh orang percaya kembali pada posisi semula dan memulai kembali membentuknya. Dia tidak pernah membuang periuk bentukan-Nya tetapi tanpa mengenal lelah lelah Dia bekerja untuk menyempurnakan mereka.

Allah bagi kita adalah Pengrajin Periuk pribadi. Ciptaan-Nya mencerminkan pribadi dan karakter-Nya. Dan Roh-Nya dicurahkan ke dalam hati manusia bentukan tangan-Nya supaya Dia boleh menjadi satu bagian yang intim dari kehidupan kita. Hasilnya adalah karya indah – seorang kudus yang komit sepenuhnya kepada-Nya.
(Charles Stanley – In Touch Ministries)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s