Habakuk 2:20 – Alasan Mengapa Berdoa

ayat_140112_doa

“Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” (Habakuk 2:20).

Sering ditanyakan, mengapa kita harus berdoa? Bukankah Tuhan sudah tahu hati kita, sudah tahu keinginan kita?

Kita bisa dengan mudah mengatakan itu karena Alkitab memerintahkan demikian. Paulus malah mengatakan, “Tetaplah berdoa” (1 Tes 5:17). Tapi mari kita lebih jauh melihat mengapa kita harus berdoa.

Ada dua alasan penting, seperti diuraikan Jason Helopoulos dalam “9 Alasan Untuk Berdoa”:

Pertama, kita berdoa karena kita ingin mengenal Tuhan lebih penuh.
Tidak ada yang lebih indah, tidak ada yang lebih besar yang dapat kita cari, dan lebih memuaskan, daripada Tuhan sendiri. Dan saat kita bicara dengan-Nya, kita mengenal-Nya lebih baik. Seperti dikatakan oleh pemazmur, “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4).

Kita ingin mengenal Dia. Kita ingin mengenal Tuhan dalam segala kemuliaan-Nya.

Jika itu masalahnya, maka seperti seorang gadis yang selalu ingin dan mencoba mengenal pemuda kekasihnya, kitapun seharusnya selalu rindu berbicara dengan Tuhan.

Kedua, kita berdoa untuk mengetahui hati kita sendiri lebih dalam.

Habakuk berkata, “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” (Habakuk 2:20).

Ada manfaat nyata datang di hadapan Tuhan dalam keheningan. Memang benar bahwa kita mengenal Dia lebih dalam dalam doa, tetapi dalam doa kita juga mengenal diri kita lebih dalam.
Seberapa sering kita berdoa dan dihentakkan oleh beberapa dosa yang kita tidak ketahui/sadari sebelumnya. Kita dengan jelas “mendengarkan” Roh Tuhan menemplak, mengugkapkan dosa-dosa tersebut dengan jelas dalam hati kita saat kita mendekati-Nya dalam doa. Seperti ketika Petrus melihat siapa dirinya dihadapan Tuhan, kita disadarkan bahwa apa yang kita percayai sebelumnya, atau kita praktekkan atau kita mimpikan atau kita cari, adalah tidak kudus.

Doa membuka diri dan hati kita bukan hanya di hadapan Tuhan, tapi di hadapan diri kita sendiri. Tuhan sudah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita, yang kita sendiri sering tidak tahu.

Dalam mengenal Tuhan lebih dalam dan mengenal diri kita dihadapannya, kita semakin mengakui ketergantungan kita kepada-Nya, dan disanalah kita menemukan Tuhan yang penuh kasih karunia itu semakin dimuliakan.

Lagi pula seperti dikatakan, “Jika Anda berdoa ketika Anda ada masalah, Anda sedang dalam masalah”

(Jason Helopoulos, penulis buku “A Neglected Grace: Family Worship in the Christian Home.” dalam “9 Reasons to Pray”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s