Matius 9:11-13 – Dasar dari Kesalehan Bukan Usaha Kita

ayat_140114_saleh

 

“Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” – Matius 9:12

ADA kesalahpahaman umum bahwa orang percaya harus sempurna. Berpura-pura untuk memiliki hidup yang beres, tampak saleh, banyak dari kita memakai wajah bahagia dan mengucapkan kata-kata yang enak terdengar. Pada saat seperti itu kita malu untuk mengakui kekurangan kita, seolah-olah hal-hal itu tidak harus ada. 

Keselamatan melalui Yesus , bagaimanapun, tidak mengubah fakta bahwa dosa hadir dalam hidup kita. Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan mengampuni kita dan melihat kita sebagai orang benar. Namun perjuangan kita melawan dosa terus sampai kita tiba di surga.

Kenyataannya, berjuang untuk kesempurnaan benar-benar dapat menjadi perangkap yang membawa kita menjauh dari hidup yang saleh. Berlaku dengan cara ini adalah bentuk pengandalanan pada kemampuan kita sendiri.

Yesus berkata bahwa Dia datang untuk menyembuhkan orang sakit rohani karena mereka mengakui kelemahan mereka. Dengan kesadaran akan kelemahan dan ketidakmampuan kita tumbuh kesadaran akan kebutuhan kita akan Dia.

Dunia melihat orang sukses sebagai orang yang kuat dan mandiri, tetapi Yesus tidak peduli tentang kualitas seperti itu. Sebaliknya, Dia ingin orang-orang menyadari kerapuhan mereka sendiri. Ini adalah dasar untuk kesalehan.

Kita harus menerima bahwa kita sungguh membutuhkan Tuhan dan mencari-Nya dengan sepenuh hati. Dengan melakukan hal itu barulah dimungkinkan bertumbuh keinginan dan kerinduan berikut ini: lapar dan haus akan Firman Tuhan, pelayanan yang setia, keinginan memperdalam iman percaya, dan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip Alkitab daripada kehendak kita. Dengan sabar dan penuh kasih, Tuhan kita akan mendewasakan kita secara iman.

Berhati-hatilah untuk tidak menutup-nutupi dosa-dosa Anda agar terlihat seperti ” orang Kristen yang baik.” Tanpa pengenalan dan pengakuan keberdosaan kita, kita tidak dapat mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Hanya dengan kesadaran ini kita dapat bergairah mencari-Nya , taat dalam kekuatan daripada-Nya, dan mengaku dan bertobat ketika kita jatuh.
(Dr Charles Stanley, In Touch Ministries, http://www.intouch.org).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s