Roma 15: 4-13 – Pengharapan Perdamaian

ayat_140115_peace

“5 Semoga Allah, … mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. – Roma 15: 5-7

Meskipun upaya-upaya terbaik manusia terus berlangsung, kerinduan dunia untuk perdamaian tetap tak terpenuhi. Setiap generasi baru memiliki harapan tinggi bagi rekonsiliasi antara orang-orang, suku-suku dan bangsa-bangsa, akan tetapi pada akhirnya menghadapi kekecewaan.

Suatu hari Kristus akan kembali dan membuat segalanya benar. Sampai saat itu tiba, orang-orang percaya dipanggil untuk menjadi duta-duta-Nya bagi perdamaian.

Namun, menjadi seorang Kristen tidak secara otomatis menjadikan orang-orang yang mengejar kebaikan dan persatuan.
Pada saat ini kita melihat, kita begitu cepat marah dan tidak sabar, dan merasakan begitu sulitnya untuk hidup dalam keharmonisan dengan orang lain. Kita mungkin mengalami kesulitan melepaskan sikap atau kebiasaan yang menyakiti orang-orang di sekitar kita – dan kadang-kadang kita bahkan tidak mau lepas dari hal itu.

Tuhan tahu karakter kita yang sebenarnya dan telah memberikan Roh Kudus untuk mengubah kita menjadi serupa dengan Yesus. Roh membuka pikiran kita untuk memahami Alkitab dan mengapilasikannya dalam hidup. Dia memberi kita kekuatan untuk mengatakan “tidak” untuk kefasikan dan mengganti pemikiran “berpusatkan aku” dengan sudut pandang yang “berpusatkan Kristus”. Roh Kudus dengan sabar mengerjakan buah-Nya dalam diri kita, termasuk didalamnya kasih, sukacita , dan damai sejahtera (Galatia 5:22-23). Dengan bantuan Roh Kudus, kita dapat menjadi pembawa damai yang bekerja untuk mewujudkan rekonsiliasi antara Tuhan dan sesama ( Matius 5:9).
Sementara dunia kita terus berharap untuk perdamaian melalui berbagai upaya solusi manusia, kita tahu satu-satunya sumber persatuan abadi adalah Yesus Kristus.
Tuhan ingin hati kita dikuasai oleh damai sejahtera-Nya dan hubungan kita akan ditandai dengan semangat kesatuan. “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.” (Kolose 3:15).

Sesungguhnya akan menjadi kesaksian dan mengundang orang lain ketika mereka menyadari kuasa transformasi Allah dalam hidup kita, yang tercermin dalam kehidupan pernikahan kristiani kita, keluarga, dan gereja.
(Dr Charles Stanley, In Touch Ministries, http://www.intouch.org).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s