Kejadian 1:27-28 – Hidup Tanpa Tujuan

ayat_140120

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:27-28).

 

Kita ada untuk Allah; Allah senang melakukan banyak hal bagi umat-Nya , tetapi alasan kita bangun di pagi hari adalah untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya bagi hidup kita , bukan hanya untuk meminta -Nya untuk memberkati tujuan kita bagi hidup kita. Allah tidak ingin menjadi mesin penjual (vending machine) kita, dimana kita masukkan koin ke dalam dan apa yang kita inginkan keluar. Sampai kita mengerti bahwa kita ada bagi-Nya, kita tidak akan pernah tahu tujuan hidup kita.

Ketidakadaan tujuan hidup dapat dilihat mana-mana. Tony Evans dalam renungan hari ini mengambarkan keberadaan tanpa tujuan dengan kehidupan anjing.

Anjing banyaknya menggonggong, dan sebagian besar waktunya hanya membuat kebisingan dan sebenarnya tidak ada memberitahu sesuatu yang penting. Orang-orang tanpa tujuan berbicara banyak hanya karena mereka ingin didengar.

Anjing juga ingin lari kesana kemari dalam lingkaran. Ia berputar-putar, tapi sesungguhnya tidak pernah sampai kemanapun. Ketika selesai berjalan berputar-putar, ia segera kembali ke tempat dari mana ia mulai.

Orang-orang yang tak mempunyai tujuan hidup seperti itu, beputar-putar kesana kemari dengan segala aktifitasnya untuk menemukan kepuasan, hanya untuk kemudian menemukan diri mereka sesungguhnya bergerak tanpa tujuan yang jelas.

Anjing (maaf) juga hidup pada tingkat eksternal saja. Ia suka dielus dan diusap-usap, menunjukkan rasa senang dengan mengibas-ibas ekornya, tapi tidak ada sesuatu dampak nyata yang dirasakan di dalam. Orang-orang tanpa tujuan sama seperti itu, mereka mendandani diri untuk terlihat baik dan membuat diri mereka merasa lebih baik.

Jika hal ini menggambarkan pengembaraan tanpa tujuan Anda, adalah rencana dan keinginan Allah untuk membebaskan Anda dari hal tersebut, tetapi harus dengan persyaratan-persyaratan-Nya.

Ingatlah, Allah memiliki rencana bagi hidup kita yang akan membawa kemuliaan bagi-Nya dan membawa kita pada kebajikan terbesar dalam hidup.
(Dr. Tony Evans, LightSource.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s