2 Korintus 5:14-17 – Dari Keterasingan ke Pendamaian (Rekonsiliasi)

ayat_140124

“ Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka…..17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 

Keterpisahan, penolakan, dan keterasingan adalah pengalaman yang tidak menyenangkan yang biasanya kita coba hindari dg segala cara. Tapi kita hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa, jadi kita tidak bisa melarikan diri dari hal itu secara penuh.

Keterasingan dari orang-orang lain adalah hal yang cukup jelek, tapi apa yang lebih menyedihkan adalah bahwa banyak orang hidup terpisah dari Bapa surgawi. Betapa tragis dan sia-sianya kehidupan ini ketika dihabiskan benar-benar terlepas dari Penciptanya.

Allah menanamkan di dalam kita masing-masing kerinduan untuk berada dalam hubungan dengan Allah, sehingga sampai kita menemukan hubungan kita dengan-Nya, kita akan selalu merasa bahwa ada sesuatu yang hilang.

Namun ada penghalang dalam hubungan kita dengan Allah yaitu dosa. Apakah dengan pikiran atau tindakan kita, kita semua telah melanggar perintah Tuhan (Roma 3:23), yang suci kudus tidak bisa yang tidak dapat berkompromi dengan dosa. Roma 6:23 menyatakan bahwa hukuman atas dosa adalah maut, yang merupakan pemisahan kekal dengan Allah. Oleh karena keterpisahan itulah maka kita akan selalu mengalami kekosongan dalam diri kita.

Sungguh keadaan yang gelap bagi umat manusia! Tapi Bapa yang mengasihi kita Ia sendiri mengadakan jalan keluar dari dilema ini dengan mengirimkan Anak-Nya untuk membayar hukuman kita. Sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, Yesus menjalani kehidupan yang sempurna, mengambil semua kejahatan kita ke atas diri-Nya, dan menderita kematian yang mengerikan di kayu salib. Tidak ada lagi kutuk karena kesalahan kita, karena Kristus mengantikan tempat kita dari hukuman atas dosa. Dan tiga hari kemudian, Dia bangkit dengan kemenangan dan hidup kembali agar hidup kebangkitannya menjadi hidup kita.

Keselamatan tersedia bagi siapa saja yang percaya atas pemberian yang luar biasa ini. Yohanes 3:16 menjelaskan bagaimana rekonsiliasi (dengan Allah) mengakhiri keterasingan kita: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

(Dr Charles Stanley , In Touch Ministries)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s