1 Yohanes 1:1-4 – Tahta Kemuliaan Allah

mu140201

 

“Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi … tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami …..supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” – 1 Yahya 1: 2,3

KETIKA Anda berdoa, bagaimana Anda mendekati Allah? Banyak orang Kristen membayangkan sesuatu yang benar dan suci dan menghampiri-Nya dengan perasaan takut, tidak layak, dan keengganan. Di sisi lain, banyak orang percaya menggambarkan Allah sebagai seorang teman dan berbicara kepada-Nya dengan rada hormat.

Tidak ada dari pendekatan tersebut yang sehat. Pikiran kita yang terbatas tidak dapat sepenuhnya memahami bahwa Allah adalah baik kasih dan kudus. Mari kita pertama menyelami “sisi” Allah yang suci dan membangkitkan kegentaran itu.

Ketika Anda membaca ayat diatas dari nas hari ini, gambarkanlah kekuatan luar biasa di sekeliling tahta Allah. Hal itu memenuhi hati saya dengan rasa kagum dan heran.

Sebelum Yesus datang di bumi, di Bait Allah terdapat sebuah bagian yang disebut ruang Maha Kudus, di mana hadirat Allah berdiam. Hanya imam yang bisa masuk – dan hanya pada hari-hari tertentu, setelah dengan pembersihan dan persiapan diri menurut aruran yang ditentukan. Jika ia tidak mendapatkan dirinya siap tepat sesuai dengan aturan kitab suci, ia akan dihukum mati.

Untuk berada dalam hadirat Allah membutuhkan ketaatan. Bahkan, karena kekudusan dan kesempurnaan mutlak Mahakuasa, Dia tidak dapat bersatu dengan dosa, yang merupakan keadaan seluruh umat manusia (Roma 3:9). Oleh karenanya, setiap orang dari kita bersalah dan layak dihukum.

Namun syukurlah, Allah tidak meninggalkan kita tak berdaya, tetapi oleh karena kasih dan anugerah-Nya, Dia mengutus Anak-Nya sebagai Penebus kita.

Setiap halaman Alkitab dapat memperdalam pemahaman kita tentang keagungan Allah. Apakah Anda takjub, kagum pada keberadaan dan perbuatan-Nya?

Untuk memahami lebih dalam tentang karakter-Nya, kita harus mendisiplinkan diri untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Kemudian mengambil waktu untuk memuji-Nya, karena Dia sendirilah yang layak bagi penyembahan dan pemujaan kita.
(Dr. Charles Stanley, In Touch Ministries)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s